html



.

,


Jumat, 20 Juni 2014

Welcome Back ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamualakum teman-teman :)

Sudah lama sekali aku ga ngeblog yaa. hehe :D
hmm, terlepas setelah kelas 12 SMA aku sama sekali ga pernah nengok blog ku ini. nah sekarang aku bakal cerita banyak hal seputar ngapain aja aku selama ini.

Sekarang aku adalah mahasiswi aktif di PENS. Aku berada di semester 2 looh ^^ . Banyak hal baru pengetahuan baru, persepsi baru selepas aku menjadi mahasiswa. Mahasiswa itu HARUSNYA beda sama SISWA. Ingeet ya HARUS BEDA.

Saat ini aku juga sebagai penanggung jawab  (PJ) pada kegiatan mengajar sosial di suatu desa di Surabaya (haha gaya kaan   :D ) . Kegiatan mengajar ini namanya EDUKASI ELIN yang pelaksanaanya adalah setiap hari Rabu selepas sholat isya',, yah kira2 jam 7 malem lah..

Keputusan ku menjadi seorang PJ sebenarnya berlatar belakang sebagai bentuk terima kasih ku kepada jurusan dan almamaterku yaitu Teknik Elektro Industri PENS. ELIN PENS (Elektro Industri PENS) adalah sebuah juran yang sangat luar biasa menurutku. Disini aku mendapatkan dan diberi banyak sekali hal yang sebelumnya aku sama sekali buta. Aku diajarkan banyak hal. Terima Kasih untuk mas mbak senior, baik yg masih aktif maupun alumni, para dosen tercinta asisten dosen serta seluruh civitas ELIN dan PENS. Terima kasih sekali untuk Alloh SWT yang membuatku memilih masuk PENS. Seandainya saja aku lebih memilih mengambil fisika di Malang aku gatau apakah aku akan sebahagia sekarang sebagai mahasiswa :? Terima kasih ya Alloh, tiada keraguan sedikitpun atas Kuasa dan KeputusanMu yang Kau beri kepada hamba mu ini. Maha Suci Engkau ya Alloh.


Minggu, 30 September 2012

laporan praktikum enzim katalase

¨      Judul                          :  Praktikum Kerja Enzim Katalase
¨      Tujuan                       :  Untuk mengetahui pengaruh suhu dan pH terhadap kerja
   enzim.
Praktikan                  :
1.      Fika Maslakha (09)
2.      Fitria Muhdhotul (10)
3.      Kholifatus Zuhriyah (14)
4.      Luluk Munfarida (15)

¨      Alat & bahan           :
1.      Tabung reaksi                         12 buah
2.      Rak                                          1 buah
3.      Pembakar spiritus                   1 buah
4.      Kaki tiga dan asbes                 1 set
5.      Gelas beker 100 cc                  1 buah
6.      Pipet                                        6 buah
7.      Kain kasa                                 2 buah
8.      HCl 5%
9.      NaOH 5%
10.  H2O2 (peroksida) 5%
11.  Air aquades
12.  Hati ayam
13.  Jantung ayam
14.  Ekstrak wortel
15.  Lidi
16.  Penumbuk
17.  Korek api
18.  Lap serbet

¨     Langkah kerja :
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.      Pada masing-masing tabung reaksi di beri label A , B , C , D , E , F.
6 tabung sisanya diberi label 1 , 2 , 3 , 4, 5 , 6.
3.      Tumbuk hati ayam dengan menambahkan air aquades secukupnya sampai hati tersebut benar – benar lembut.
4.      Kedalam tabung A , B , C , D , diisi dengan ekstrak hati ayam dengan menyaringnya di kasa menggunakan corong.
5.      Cuci bersih penumbuk, kemudian tumbuk jantung ayam dengan menambahkan air aquades sehingga benar-benar menjadi ekstrak jantung ayam.
6.      Ke dalam tabung E di isi dengan ekstrak jantung dengan menyaringnya di kasa menggunakan corong.
7.      Dan tabung F di isi dengan ekstrak wortel.
8.      Masing – masing tabung A, B, C, D, E, dan F diisi dengan ekstrak setinggi 2 cm.
9.      Masing-masing tabung 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , di isi dengan H2O2 setinggi 2cm.
10.  Masukkan tabung A yang  diisi dengan ekstrak hati ayam sebanyak  3 tetes ke dalam tabung 1 , kemudian tutup dengan ibu jari lalu kocok .
11.  Amatilah banyak sedikitnya gelembung kemudian catalah ke dalam tabel.
12.  Sementara itu siapkan kaki tiga kemudian bakar lidi. Lidi yang terbakar, ditiup agar api padam,  kemudian masukkan bara api dari lidi tersebut  kedalam tabung 1 secara pelan-pelan sehingga tidak mengenai dinding tabung.
13.  Amatilah apakah lidi bisa terus menyala, tetap atau padam. Catat ke dalam tabel.
14.  Tambahakan HCl 5% sebanyak 5 tetes ke dalam tabung B, kemudian kocok. Ambil sebanyak 3 tetes dan masukkan ke tabung 2 dan segera tutup dengan ibu jari.
15.  Amati banyak gelembung yang terjadi kemudian masukkan bara api secara pelan – pelan. Kemudian  amati dan catat kedalam tabel.
16.  Masukkan tabung C dengan tambahan NaOH 5% sebanyak 5 tetes ke dalam tabung 3 kemudian tutup dengan ibu jari lalu kocok, amati gelembung yang ada.
17.  Kemudian masukkan bara api. Amati dan catat kedalam tabel.
18.  Panaskan gelas beker yang diisi air sebanyak 100ml sampai mendidih.
19.  Masukkan tabung D ke dalam gelas beker yang telah berisi air yang telah mendidih sampai larutan berubah warna.
20.  Kemudian masukkan larutan tersebut sebanyak 2 tetes kedalam tabung 4 , kemudian tutup dengan ibu jari lalu masukkan bara api. Dan amati gelembung dan bara apinya.
21.  Setelah itu, cuci bersih tabung 4.
22.  Isi tabung 4 dengan H2O2 setinggi 2 cm.
23.  Masukkan tabung D kedalam gelas beker yang berisi air yang telah mendidih sampai larutan menjadi padat kemudian masukkan larutan tersebut ke dalam tabung 4 tutup dengan ibu jari lalu masukkan bara api. Catat di tabel.
24.  Masukkan tabung E yang berisi ekstrak jantung ayam ke dalam tabung 5 kemudian tutup dengan ibu jari kemudian masukkan bara api.
25.  Amati adanya gelembung dan catat dalam tabel.
26.  Masukkan tabung F yang berisi Larutan ekstrak wortel ke dalam tabung 6 kemudian tutup dengan ibu jari lalu masukkan bara api.
27.  Amati adanya gelembung dan catat dalam tabel.

¨   Data Pengamatan
Perlakuan pada tabung
Gelembung hasil reaksi
H2O2 + Ekstrak
Bara api
1.       
banyak
sedikit
Tidak ada
membesar
tetap
mengecil
2.      1. Netral ( A )
ü


ü


3.      2. Asam ( B )

ü



ü
4.      3. Basa ( C )


ü


ü
5.   Panas ( D )
ü


ü


6.   Panas (padat)
ü


ü


7. Jantung

ü


ü

8. Wortel
ü


ü




¨     Analisa data :
Pada situasi netral, setelah dicampur dengan H2O2 terdapat banyak gelembung dan mengakibatkan bara api nyala terang dalam tabung. Pada suasana asma terdapat sedikit gelembung dan bara api yang dimasukkan tabung semakin padam. Pada situasi basa, tidak terjadi gelembung, hanya busa saja dan bara api padam.
Sedangakan pada suhu panas, gelembung banyak dan bara apinya nyala. Pada suhu panas yang padat, juga demikian. Keadaan ekstrak wortel sam dengan ekstrak hati pda suasana netral sedangkan pada jantung ayam gelembungnya sedikit tetapi bara api tetap nyala.


¨     Bahan diskusi :
1.      Apa kegunaan ekstrak yang anda pakai dalam percobaan tersebut di atas?
Kegunaan ekstrak hati adalah sebagai sumber adanya enzim katalase

2.      H2O2 + ekstrak menghasilkan gelembung . berdasarkan teori , apakah gelembung tersebut , dan bagaimana cara membuktikannya?
Berdasarkan teori, gelembung tersebut adalah O2. Setelah H2O2 + ekstrak hati dicampur menghasilkan banyak gelembung dan setelah itu dimasukkan bara api dan menyala.

3.      Tulis persamaan reaksi kimianya!
 H₂O₂ + enzim katalase                                              H₂O + O₂

4.      Berdasarkan pada tujuan percobaan di atas sebutkan,
A.      Manakah yang merupakan variabel manipulasinya?
Variabel manipulasinya yaitu, situasi asam, basa, netral, dan suhu.
B.      Manakah yang merupakan variabel responnya?
Banyak sedikitnya gelembung dan adanya nyala api dalam tabung.

5.      Pada tahap persiapan percobaan di atas apa saja yang merupakan variabel kontrolnya?
HCl, NaOH, H2O2, jenis hati, jantung, jumlah tetesan.

6.      Buatlah analisa dan hasil percobaan tersebut di atas yang menunjukkan hubungan antara variabel manipulasi dengan variabel respon!
Pada suasana asam, sedikit ada gelembung.
Pada suasan basa, tidak ada gelembung.
Sedangkan pada suasana netral, terdapat banyak gelembung dan bara api dalam tabung menyala terang.

7.      Kesimpulan apa yang dapat anda peroleh dari hasil percobaan tersebut di atas?
Bahwa suhu dan  pH sangat berpengaruh terhadap kerja enzim katalase.
8.      Berikut ini berkaitan dengan penerapan pengetahuan yang anda peroleh dari kegiatan tersebut di atas !
A.      Pada suhu berapakah kerja enzim katalase yang paling baik dalam sel-sel ?
Pada suhu 30 – 40 derajat celcius. Jika enzim berada di bawah suhu optimum, enzim belum bisa bekerja sedangkan bila di atas suhu optimum enzim akan rusak.
B.      Mengapa seseorang yang suhu tubuhnya 40oC keatas rawan kematian ?
Karena enzim didalam tubuhnya rusak. Sedangkan  hidup manusia dibentuk reaksi kimia dan kerja metabolisme akan terganggu jika enzimnya rusak.

C.      Dapatkah enzim katalase di gunakan untuk katalisator pembongkaran amilum menjadi glukosa ? jelaskan jawaban anda !
Tidak bisa, karena amilum hanya dapat berubah karena enzim amilase.

D.     Dapatkah 1cc enzim protease digunakan untuk melunakkan 1kg daging sapi? Jelaskan jawaban anda !
Tidak bisa, karena salah satu sifat enzim adalah konsentrasinya sebanding dengan konsentrasi subtratnya.

E.      Jelaskan mengapa daging sapi / kambing akan lebih lunak bila di bungkus dengan daun papaya!
Karena dalam daun pepaya terdapat enzim protease yang dapt melunakkan protein dalam daging dan diuraikan menjadi asam amino.

F.       Prodeksikan apa yang akan terjadi pada telor jika akan di goring dengan api besar ! apa artinya kenyataan itu?
Pada bagian tepi telur lebih cepat hangus dan berwarna menghitam. Artinya, enzim yang terdapat pad atepi telur itu rusak.

G.     Hal itu analogi dengan enzim yang kondisi lingkungannya bagaimana ? mengapa telor di analogikan dengan enzim?
Karena kerja enzim salah satunya dipengaruhi oleh suhu, dan suhu optimum yaitu 30◦-40◦. Karena telor mempunyai sifat yang hampir sama dengan enzim, selain itu telor mengandung banyak protein sedangakan enzim sendiri tersusun atas protein sehingga telor dianalogikan sebagai enzim.

H.     Pada percobaan tersebut di atas faktor apakah yang dapat digolongkan sebagai inhibitor enzim?
Suhu tinggi di atas suhu optimum dan ph terlalu asam maupun basa.

¨      Kesimpulan :
Tenyata kerja enzim sangat berpengaruh pada suhu dan pH.

page rank

pagerank too