html



.

,


Minggu, 11 Maret 2012

laporan praktikum kimia asam basa



1.       Judul                                     : Larutan asam basa
2.       Tujuan                                  : Mempelajari sifat asam basa melalui percobaan
3.       Dasar teori                          :
*      Asam
Asam
berasal dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
*      Basa
Basa menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan  asam (H+) dan menghasilkan air (H20).
*      Indikator asam basa adalah zat – zat warna yang mampu menunjukkan  warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Misalnya dengan kertas lakmus. Indikator lakmus hanya mengidentifikasikan apakah suatu zat bersifat basa atau asam. Jika lakmus berwarna merah berarti zat bersifat asam dan jika lakmus berwarna biru berarti lakmus bersifat basa. Selain menggunakan kertas lakmus dapat juga menggunakan indikator universal. Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda untuk setiap nilai pH 1 - 14. Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu zat secara akurat.  PH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai PH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai PH lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral mempunyai PH =7.







4.       Alat dan bahan                  :  
ALAT DAN BAHAN
BANYAK
 a. plan tetes

1 buah
 b. kertas lakmus merah dan biru

16 lembar potongan
c. indikator universal

8 lembar tipis
 d. larutan NH4OH

1 tetes
e. larutan HCl

1 tetes
 f. larutan NaOH

1 tetes
 g. larutan CH3COOH

1 tetes
h. larutan air kapur

1 tetes
i. larutan tomat
1 tetes
  j. larutan jeruk nipis

1 tetes
k. larutan detergen

1 tetes
  l. pipet

1 buah
m. tabel untuk mencocokkan warna indikator universal

1 buah
n. penjepit besi
1         buah

5.       Cara kerja                            : a. masukkan masing – masing larutan kedalam plan tetes dengan
      menggunakan pipet, beri jarak satu lubang pada setiap plan tetes.
  b. celupkan kertas lakmus merah dan biru secara bergantian, kemudian   
      periksa perubaha warna pada kertas lakmus.
  c. kemudian celupkan indikator pada masing – masing larutan secara
      bergantian, kemudian lihat perubahan warna, lalu cocokkan 
     perubahan warna yang terjadi pada indikator universal dengan tabel
     yang telah disediakan.
  d. catat hasil pengamatan dalam kolom yang telah dibuat.


6.       Data hasil pengamatan                  :

TABEL HASIL PENGAMATAN
NO
LARUTAN
LAKMUS MERAH
LAKMUS BIRU
INDIKATOR UNIVERSAL
KESIMPULAN
1
NH4OH
BIRU
BIRU
PH = 7
NETRAL
2
HCl
MERAH
MERAH
PH = 1
ASAM KUAT
3
NaOH
BIRU
BIRU
PH = 13
BASA KUAT
4
CH3COOH
MERAH
MERAH
PH = 3
ASAM LEMAH
5
AIR KAPUR
BIRU
BIRU
PH = 14
BASA KUAT
6
TOMAT
MERAH
MERAH
PH = 4
ASAM KUAT
7
JERUK NIPIS
MERAH
MERAH
PH = 2
ASAM KUAT
8
DETERGEN
BIRU
BIRU
PH = 11
BASA LEMAH

7.       Bahan diskusi                     :
1. Zat apa yang terkandung di dalam jeruk dan tomat sehingga mengandung sifat asam ?
2. apa rumus kimia dari air kapur sehingga bersifat basa ? tulis reaksi ionisasinya !

8.       Jawaban pertanyaan :
1.  Zat yang terkandung dalam jeruk dan tomat sehingga menghasilkan sifat asam adalah asam askorbat. Asam askorbat adalah salah satu senyawa kimia yang disebut vitamin C.
2. Karena air kapur bersifat basa maka rumus kimianya adalah
CaCO2 + H2O --> Ca(OH)2
kapur + air -->
air kapur







9.       Kesimpulan :
Jadi untuk mengetahui tingkat keasaman dan kebasaan yaitu dengan menggunakan indikator asam dan basa. Sifat asam dan basa dari suatu larutan juga dapat diketahui dengan mengukur PH nya. Larutan asam mempunyai PH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai PH yang lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral mempunyai PH sama dengan 7. PH larutan dapat ditentukan dengan menggunakan indikator PH (indikator universal) atau dengan PH meter.

Tidak ada komentar:

page rank

pagerank too